Jajanan Kelor : Jenis Jenis Galih Kelor


Setiap jenis kayu memiliki karakter serat dan sel kayu yang berbeda beda.Membuat sifat masing masing jenis kayu juga berbeda beda yang menyebabkan setiap jenis kayu memiliki kegunaan , khasiat , kelebihan , maupun terdapat kekurangan yang berbeda beda pula .
Faktor yang mempengaruhi kelebihan ( tuah ) pada sebuah pohon dapat dilihat dari faktor lokasi dimana pohon itu tumbuh , dilihat dari usia pohon tersebut ,  faktor dari karakter sel pohon dan faktor yang lebih spesifik ( dilihat dari karakter pohon yang banyak menyerap energi alam serta mampu mengikat energi itu dalam waktu yang tidak diketahui batas waktunya atau relatif permanen . Bahkan pohon yang sudah ditebang pun kayunya masih mampu menyerap energi alam . Karakternya hampir menyerupai batu alam hanya bedanya benda ini pernah tumbuh dan hidup dalam waktu yang panjang ) .

Pada tumbuhan , kelebihan energi akan disimpan dan menyatu dengan batang terutama pada inti batang ( Galih Kayu ) pohon yang biasanya berwarna lebih tua dan terletak di lingkaran paling dalam batang pohon . Bagian luar kayu terlebih bagian kulit terdiri dari sel-sel muda , sementara itu bagian dalam merupakan pemadatan dari sel – sel yang lebih tua . Semakin tua umur pohon , semakin besar lingkaran galih pohon maka semakin besar pula menyerap energi alam .
Dalam sebuah kidungnya , Sunan Kalijaga menyebut “kayu bertuah” dengan istilah kayu aeng . Sakèhing wisa tawa / Sato galak tutut / Kayu aèng lemah sangar …
( Segenap racun menjadi tawar / Binatang buas menjadi jinak / Pohon ajaib , tanah angker … ) dst .
Artinya , keberadaan energi ( positif / negatif ) pada kayu-kayu tertentu juga diyakini berdasarkan pandangan mata batin orang-orang yang memiliki indera keenam .

POHON KELOR ( MORINGA OLEIFERA )
Dalam mencari Galih kayu pada pohon kelor , usia pohon tidaklah bisa menjadi patokan . Pohon kelor yang dapat dijumpai GALIH KAYU nya adalah pohon yang “kewahyon” , karena belum tentu pohon kelor yang besar dapat di ketemukan GALIH KAYU nya . Bisa jadi GALIH KAYU nya justru ditemukan pada pohon kelor yang masih berusia muda . Karena faktor sulitnya mencari galih kayu kelor , tidak jarang di hargai dengan harga yang fantastis .
Galih Kayu Kelor memiliki warna coklat kehitaman dan ada juga galih kayu kelor yang berwarna hitam .
Galih kayu kelor memiliki ciri khas Urat kayu nya menyerupai sidik jari , rata rata galih kayu kelor tidak tenggelam di air namun ada juga yang tenggelam di dalam air ( memiliki kandungan kadar besi ) .

Galih Kelor terbentuk dari pohon yang sakit ( diserang hama ) namun karena getahnya tinggi lalu terkontaminasi dengan udara dan air hujan , faktor inilah yang mempengaruhi warna pada galih kelor ( belum tentu galih kelor yang berwarna muda didapatkan dari pohon kelor yang muda dan belum tentu galih kelor didapatkan dari pohon kelor yang sudah tua dan atau berbatang besar terdapat galih kelor karena galih kelor didapatkan dari pohon kelor yang "kewahyon" ) . Jadi warna galih kelor yang hitam legam belum tentu didapatkan dari pohon yang tua , begitu juga sebaliknya .

Galih kelor merupakan salah satu dari jajaran kayu bertuah yang sudah dikenal sejak zaman dahulu , adapun manfaat alami dari galih kelor diantaranya meningkatkan kewibawaan , menangkal guna guna dan ilmu hitam lainnya .
Secara literatur Galih Kelor dibagi dalam beberapa jenis , diantaranya :

1 . Galih Kelor Gandul : Galih Kelor yang biasanya ditemukan dari bagian dalam batang pohon yang BELUM SEPENUHNYA TERLEPAS dari kayu aslinya , karena ada bagian yang masih melekat pada kayu aslinya sehingga jika dilihat seolah olah menggantung ( dalam bahasa jawa : Nggandul / gandul ) .

2 . Galih Kelor Koclak : Galih kelor yang biasanya ditemukan dari bagian dalam batang pohon yang SUDAH SEPENUHNYA TERLEPAS dari kayu aslinya . khusus untuk jenis ini SANGAT SULIT jika diolah menjadi butiran ( bead )  karena sifatnya yang rapuh dan mudah hancur .

3 . Fossil ( Petrified Wood ) Kelor : pada umumnya ditemukan dari bagian bagian tertentu pohon kelor dan atau bisa pohon utuh dimana seluruh materi organiknya telah tergantikan dengan mineral ( pada umumnya silikat ) namun struktur kayunya tetap dipertahankan . proses pembatuan tersebut terjadi dibawah tanah , ketika kayu terkubur dibawah endapan dan mulai terawetkan karena kondisi kurangnya oksigen . Air kaya mineral yang mengalir melewati sedimen menyimpan mineral di dalam sel tumbuhan dan sejalan dengan pembusukan lignin serta selulosa ( komponen struktural utama dinding sel ) tumbuhan disaat itu proses pembatuan terjadi . Selain ditemukan didalam tanah bisa juga ditemukan di pinggiran sungai bahkan sebagian dari fossil tersebut ada yang sudah mengkristal ( transparant ) . Elemen seperti Mangan , Besi , dan tembaga di dalam air / lumpur selama proses perubahan kayu menjadi batu menghasilkan warna yang bervariasi ( Jadi tidak mutlak fossil kelor berwarna hitam polos walaupun ada juga yang hitam polos ) . Tidak jarang pula jenis fossil kelor yang mengandung pyrite ( biasanya menyebutnya dengan kelor badar emas dan atau badar perak ) .

4 . Galih Kelor Gaib : Galih Kelor yang didapatkan dari pohon kelor yang cara untuk mendapatkannya dengan tata cara tertentu ( pohon kelor yang terdapat galih kelor gaib ini , pohonnya memiliki ciri ciri khusus ) . Galih kelor gaib ini tidaklah selalu berwujud masih kayu akan tetapi ada juga yang sudah menjadi fossil kayu / membatu .

Baca juga :
Apa saja manfaat tumbuhan kelor ?
Beberapa jenis fosil galih tumbuhan

Postingan Populer

Jajanan Kelor : Kelor Wono / Kleresede

Jajanan Kelor : Kayu " bertuah " yang paling banyak di cari